





Algoritma Digital Marketing 2025: Strategi Marketing TikTok & Instagram Menembus Algoritma Digital 2025
Algoritma Digital Marketing 2025: Strategi Marketing TikTok & Instagram
Menembus Algoritma Digital 2025
Di era digital yang terus berkembang, memahami algoritma media sosial menjadi keterampilan penting bagi para pelaku usaha. TikTok dan Instagram bukan hanya platform hiburan, tetapi juga alat pemasaran yang sangat efektif jika digunakan dengan strategi yang tepat. Dalam konteks bisnis, algoritma kedua platform ini kini semakin berfokus pada engagement (keterlibatan), retention (ketahanan audiens), dan relevance (keterkaitan konten dengan minat pengguna).
Ali Syaifi, seorang Marketing Expert, membagikan wawasannya dalam acara TDA Jember Cangkruk Series #015 bertema “Algoritma Digital Marketing 2025: Strategy Marketing TikTok & Instagram” yang digelar pada Selasa, 9 September 2025 di Hotel Luminor, Jember.
Setidaknya ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan oleh pebisnis digital tahun ini adalah:
- Konten Bernilai Tinggi (High-Value Content) – Audiens tidak lagi hanya mencari hiburan, tetapi solusi dan nilai tambah dari setiap konten yang mereka konsumsi.
- Optimasi Video Pendek – Durasi 7–15 detik dengan hook yang kuat pada 3 detik pertama masih menjadi kunci untuk menjangkau audiens lebih luas.
- Konsistensi dan Interaksi Nyata – Algoritma kini lebih menghargai akun yang membangun percakapan aktif dengan pengikutnya daripada sekadar memposting rutin.
Selain itu, menekankan pentingnya memadukan data insight dan emosi manusia. Pebisnis perlu memahami bagaimana analitik dapat membantu menentukan waktu posting terbaik, jenis konten yang disukai audiens, serta tone komunikasi yang paling efektif.
Acara Cangkruk Series #015 yang diadakan oleh TDA Jember ini merupakan bagian dari agenda rutin bulanan untuk memperkuat wawasan digital para anggota komunitas. Dengan tema “Strategy Marketing TikTok & Instagram”, kegiatan ini menghadirkan suasana belajar yang inspiratif dan interaktif.
Kegiatan ini bertujuan membantu pelaku UMKM memahami perubahan algoritma media sosial terkini agar strategi pemasaran mereka lebih efektif, efisien, dan relevan dengan tren 2025. Dengan begitu, para pelaku usaha dapat meningkatkan jangkauan dan penjualan melalui platform digital utama, TikTok dan Instagram.
Rissa Frisa, selaku ketua panitia sekaligus founder Connest.id, menyampaikan kesan positifnya terhadap antusiasme peserta.
“Pesertanya luar biasa aktif. Mereka bukan hanya mendengarkan, tapi juga bertanya dan berbagi pengalaman. Saya senang karena acara ini bukan sekadar belajar, tapi juga membuka peluang kolaborasi antar pebisnis digital Jember,” ujar Rissa.
Sementara itu, Anita Rahmawati, owner Kotak Kado La Verte, juga memberikan apresiasi atas jalannya kegiatan.
“Acara ini seru banget! Tidak hanya menambah wawasan tentang strategi digital marketing, tapi juga mempererat hubungan antar pelaku usaha lokal. Semua peserta pulang dengan insight baru yang bisa langsung diterapkan dalam bisnis masing-masing,” ungkapnya dengan semangat.
Melalui acara ini, TDA Jember berharap semakin banyak pelaku usaha lokal yang melek digital dan mampu menyesuaikan diri dengan cepat terhadap perubahan algoritma media sosial. Dengan kolaborasi dan semangat belajar yang tinggi, komunitas wirausaha Jember diyakini akan terus naik ke level berikutnya.
